Berita Terkini

Arahan Presiden PKS Anis Matta untuk Struktur dan Seluruh Kader PKS | Penting!

Written By PKS PELALAWAN on Sabtu, 25 Mei 2013 | Sabtu, Mei 25, 2013





DPP PKS berkumpul dengan Dewan Pertimbangan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Indonesia untuk membahas evaluasi program sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2014. Pertemuan yang bertitel "Election Update I" ini digelar di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/13). Acara diawali dengan Arahan oleh Presiden PKS Anis Matta. Berikut ini poin-poin "Arahan" Presiden PKS yang dituturkan Aboe Bakar al-Habsy aleg PKS via akun twitternya @aboebakar15.


by @aboebakar15

Presiden Anis Matta menyampaikan arahan di depan peserta Election Update 1. 
  1. Pertemuan ini adalah konsekuensi atas hasil Mukernas, yaitu penetapan target, milstone dan out come.

  2. Rapat ini sebenarnya adalah rapat DPP yg diperluas dg menghadirkan Ketua dan Sekjend DPW Se-Nusantara, Insya Allah akan digelar rutin.

  3. Sebenarnya tahap pertama sudah kita lewati, ibarat pesawat kita sudah di run way.

  4. Sayangnya, dari tower ada info bahwa cuaca sedang buruk, sepertinya badai kedua datang lagi.

  5. Sepertinya ini sudah menjadi takdir kita, kita tidak ada pilihan, kita harus tetap take off.

  6. Untuk bisa take off dalam situasi ini, kita harus memiliki basis ruhiyah yang kuat.

  7. Dalam setiap pertarungan, pemenang adalah siapa yang dpt bertahan lebih lama.

  8. Makna-makna ruhiyah lah yang selama ini nge-drive da'wah kita.

  9. Ikhlas merupakan bagian dari makna ruhiyah yang membawa kepasrahan pada setiap ibadah kita.

  10. Selain itu, sidiq merupakan makna ruhiyah lain yang menghiasi da'wah ini.

  11. Selain itu kita perlu selalu memperbaharui rasa persaudaraan kita dalam jam'ah dan mengutamakan kepentingan Jama'ah diatas lainnya.

  12. Presiden Anis Matta memnyarankan agar ketua DPW selalu mentaujihkan makna-makna ruhiyah tersebut di jajarannya.

  13. Atas semua persoalan, pasti ada data dan analisa yg benar, namun yg paling penting adalah pengambilan keputusan.

  14. Untuk mengambil keputusan inilah kita akan memeasuki area spiritual keimanan kita.

  15. Atas apapun peristiwa yang terjadi kita harus mengambil presepsi husnudhon billah (baik sangka pada Allah).

  16. Husnudhon billah ini akan bermuara pada ijaabillah, setiap pandangan positif akan menjadi energi positif buat kiat.

  17. Cuaca itu tidap bisa diprediksi manusia, semua kendali ada pada Allah.

  18. Bisa jadi cuaca di depan mata kita buruk, namun setelah kita lewati yg ada adalah cuaca yang cerah.

  19. Oleh karenanya setiap peristiwa kehidupan dikendalikan oleh Allah SWT, oleh karenanya bisa kita intervensi melalui doa.

  20. Penting pula memberikan prespektif ukhrowi atas 1 peristiwa, jangan hanya melihat dampaknya di dunia, tapi juga akhirat.

  21. Dengan memasukkan persepsi ukhrowi, kita telah melakukan pengamanan dalam jangka panjang, bukan sekedar jangka pendek.

  22. Dg analisis tsb kita akan berfikir bgm kondisi akhirat, bgm pula sejarah mencatat sikap kita.

  23. Kesemuanya ini akhirnya harus dikembalikan pada taqdir, Allah lah yang memberi manfaat dan mudhorot.

  24. Jangan sampai kita terpuruk hanya karena persoalan opini publik, ingat manfaat dan mudhorot hanya dari Allah SWT.

  25. Sejarah mencatat kita telah berhasil menggeser isu Palestina dari isu Arab, menjadi isu Islam, kemudian isu Kemanusiaan.

  26. Impact dari persepsi tadi kita akan selalu bekerja dengan gembira secara spiritual, itulah sumber kegembiraan ruhiyah kita.

  27. Janganlah kamu bersedih, janganlah merasa sumpek atas semua persoalan, itu adalah pekerjaan Allah untuk melemahkan tipudaya mereka.

  28. Nasib Da'wah ini tidak boleh diserahkan kepada gedung kecil di Jakarta ini (Markaz DPP PKS).

  29. Kalau kita membebaskan diri dari galau, kita membebaskan diri dari belenggu pertama.

  30. Kedua, kita melepaskan belenggu kedua yang berhubungan dg diri kita, diam tidak mau inisiatif.

  31. Selanjutnyan kita lepaskan belenggu ketiga yang berkaitan dengan orang lain, yaitu tidak mau bertarung atau melawa alias penakut.

  32. Kita adalah gerakan yang kemampuan kita selalu mengimbangi tantangan yang kita hadapi.

  33. Untuk itu perlu kembali dihidupkan akal kolektif atau akal jamaah kita, sehingga kita satu frekuensi dalam membaca dan menghadapi masalah.

  34. Ketika kita mampu menggunakan manajemen total, Insya Allah kita akan mampu mengkondisikan semua hal untuk kepentingan kita.

  35. Kita semua percaya dg teori konspirasi, namun lebih penting adalah bagaimana kita mengambil nilai positif dan membalik keadaan.

  36. Kita harus membalik keadaan ini, menjadi sebuah peluang dan kesempatan untuk kita, sehingga kita akan lebih progresif.

  37. Arahan Presiden sudah selesai, dilanjutkan pembahasan oleh Sekjend.

*http://chirpstory.com/li/81068

Babak baru sinetron KPK?? | Penuturan Darin

Written By PKS PELALAWAN on Kamis, 23 Mei 2013 | Kamis, Mei 23, 2013



Nama Darin Mumtazah mencuat dalam sepekan ini. Siswi Kelas III satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, dikaitkan dengan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera  Luthfi Hasan Ishaaq, yang menjadi tersangka kasus dugaan suap dan pencucian uang.

Berdasarkan penelusuran, rekening banknya pernah menerima dana sebesar Rp 10 juta diduga dari Luthfi.

Pengakuan tersebut dikemukakan Darin, siswa yang baru saja mengikuti Ujian Nasional sebagai tahun terakhir di SMK, kepada pihak sekolah. Darin mengaku rekeningnya menerima dana Rp 10 juta dari Luthfi.

"Setelah orang-orang dari KPK datang ke sini (SMK), besoknya Darin datang ke sini. Saya tanya, ada masalah apa kamu dengan KPK? Katanya, 'Bu, ini masalahnya ada pekerjaan antara bapak dengan Pak Luthfi yang di TV itu. Nah, waktu pembayaran pekerjaan itu, rekening bapak bermasalah. Jadi, bapak pakai rekening saya'," kata Dewi, Wakil Kepala SMK yang terletak di kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur, Rabu (22/5).

Dewi meminta nama sekolahnya tidak dipublikasikan, karena dikhawatirkan berdampak buruk terhadap siswa-siswi dan guru. "Lalu, saya tanya lagi. Memang Pak Luthfi ngirim uang berapa. Dia jawab, 'Cuma Rp 10 juta," kata Dewi.

Dewi menceritakan, Darin merupakan siswi kelas XII atau kelas III SMK. Dia mengambil jurusan multimedia. Namun, perempuan kelahiran Bondowoso, 29 Maret 1994 itu tak datang lagi ke sekolah setelah bertemu dengannya tiga hari setelah Ujian Nasional (UN), tepatnya 21 April 2013.

"Terkahir di sekolah saat ujian nasional hari terakhir, 18 April. Darin bertemu dengan saya setelah itu, setelah orang dari KPK datang ke sini," kata Dewi.

20 April lalau, berselang dua hari Darin mengikuti Ujian Nasional, sejumlah petugas dengan mengenakan identitas dan membawa surat tugas dari KPK mendatangi sekolah tersebut untuk mencari Darin. Namun, pihak sekolah tak banyak membantu karena memang tidak mengetahui keberadaan perempuan keturunan Arab tersebut.

"Kami baru tahu setelah ramai ada kasus belakangan. Karena petugas KPK datang pas dua hari setelah ujian, tapi enggak ada keberadaan dia. Besoknya, baru si Darin datang ke sini dan ketemu sama saya," papar Dewi.

Dalam pertemuan empat mata itu, Darin mengutarakan sejumlah hal terkait dirinya yang dicari-cari pihak KPK.

"Lalu, saya panggil si Darin. ada urusan apa sama KPK sampai kamu dipanggil ke kantor KPK. Dia bilang, katanya orang KPK itu datang karena bapak saya. Ke saya, si Darin mengakunya enggak begitu kenal sama Pak Luthfi Hasan itu. Saya tanya lagi, kenapa sampai nyari-nyari kamu dan kata orang KPK-nya sudah sampaikan surat panggilan ke rumah, tapi enggak datang. Setelah itu, dia baru cerita soal rekeningnya yang dipakai sama bapaknya," terangnya.

Kepada Dewi, Darin mengakui menerima panggilan dari KPK untuk pemeriksaan sebagai saksi pada 12 April 2013. Dia mengaku enggan datang karena masih bingung dan perlu minta pendapat dengan kedua orangtuanya, Ny Fidar alias Umi, dan Ziad Baladzam.

Masih menurut keterangan Dewi, Darin sebenarnya bersedia datang, memenuhi panggilan penyidik KPK. "Saya juga enggak enak lah digosipin macam-macam sama Pak Luthfi," kata Darin ditirukan Dewi.

Katanya, tambah Dewi, 'Bu, saya mau ngobrol-ngobrol dulu sama orangtua, kan saya punya hak'. Saya bilang, ya sudah, selesaikan yah. Tapi, saya enggak tahu kenapa dia sampai dua kali dipanggil KPK enggak datang."

Di hadapan Dewi, Darin sampai bersumpah demi Tuhan, dirinya tidak mempunyai hubungan khusus dengan Luthfi. "Dia sumpah ke saya, enggak ada hubungan apa-apa dengan Pak Luthfi. Katanya baru kenal dan belum lama. Dan kenalnya juga karena terkait keperluan bapaknya," imbuhnya.  (tribunnews/coz/warta kota)

BEM Seluruh Indonesia Tagih Janji Mundur Ketua KPK

Written By PKS PELALAWAN on Rabu, 22 Mei 2013 | Rabu, Mei 22, 2013



"KPK lelet.. KPK lelet..” Ratusan mahasiswa berteriak lantang di halaman gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sore tadi. Mengenakan jas almamater kampus masing-masing, ratusan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) itu tampak seperti pelangi. Beragam warna, tetapi disatukan oleh kesamaan spirit yang mereka bawa: KPK harus memberantas KKN dengan menuntaskan kasus Century, Hambalang dan BLBI.

Keseriusan KPK dalam menyelesaikan kasus-kasus mega-korupsi itu akan dicatat sebagai komitmen pada cita-cita reformasi. Sebaliknya, jika KPK tetap tak bergerak seperti saat ini, BEM seluruh Indonesia menilai reformasi dikhianati.

"Reformasi telah dikhianati. Sekarang, waktunya memberantas KKN dan tuntaskan kasus Century, Hambalang dan BLBI. Mari kita kembalikan cita-cita reformasi," Kata Humas aksi, Fajar, seperti dikutip aktual.co.

Demontrasi yang digelar memperingati 15 tahun lengsernya Soeharto itu dimulai sekitar pukul 13.00 di sekitar bundaran HI. Agar langsung didengar KPK, para mahasiswa juga masuk ke gedung lembaga superbodi itu. Sempat terjadi kericuhan, namun kemudian mahasiswa berhasil menerobos masuk. Selain mengenakan jas almamater, para mahasiswa juga mengibarkan bendera kampus masing-masing. Sedikitnya tampak bendera BEM Universitas Indonesia, BEM Universitas Padjajaran, BEM Institut Pertanian Bogor, BEM Universitas Jenderal Soedirman, BEM Politeknik Negeri Bandung, BEM Universitas Brawijaya Malang dan BEM Universitas Negeri Jakarta.

"Kami BEM seluruh Indonesia menuntut KPK mengusut penyelesaian secara total skandal Century. Kami meminta KPK segera memeriksa Wakil Presiden Boediono," kata juru bicara aksi Rizky Kurniawan, di depan Gedung KPK, seperti dikutip Okezone.

Menurut Rizky, ada tiga indikasi penyimpangan skandal Bank Century. Penyimpangan pertama, Bank Century telah berulang kali melakukan pelanggaran batas maksimum pemberian kredit, penyimpangan kedua, pemegang saham, pengurus Bank Century menyebabkan kerugian dengan memberi kredit dan fasilitas surat kredit yang melanggar ketentuan.

Ratusan BEM seluruh Indonesia duduki Gedung KPK

"Ketiga, wewenang terkait dengan kebijakan pengucuran fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) melanggar peraturan Bank Indonesia," tambah Rizky.

Para mahasiswa yang jumlahnya sekitar 500 orang itu juga membagikan selebaran yang isinya mengutip pernyataan Abraham Samad pada 15 Februari 2012, ketika dia baru menjabat ketua KPK.

"Agar menghilangkan dugaan politisasi kasus Bank Century, seperti yang dikemukakan teman-teman Demokrat seperti untuk mengulur-ulur sampai 2014, maka saya usulkan kasus Bank Century harus selesai tahun ini, atau saya akan mundur untuk pulang kampung," kata Abraham Samad yang dikutip para pengunjuk rasa tersebut.

Karena itu, Rizky memberi tenggat kepada KPK agar bisa menutaskan kasus Century hingga Senin, 30 September 2013. "Apabila kasus ini tidak terselesaikan, kami menagih janji Ketua KPK yang menyatakan siap mundur dengan sukarela," tegas Rizky. [JR/Okz/Akt/bsb]

Cerdas dan Tepat Ketika PKS Absen dalam ILC

Written By PKS PELALAWAN on Selasa, 21 Mei 2013 | Selasa, Mei 21, 2013



Satu meja dengan dikelilingi beberapa kursi dengan posisi letak pas sekali dibagian depan, rupanya meja dan kursi yang sepaket tersebut teruntuk pada PKS.

Ada yang bilang seharusnya PKS berterimakasih karena diberi dua kesempatan di ILC, berterimakasih sendiri adalah arah kata yang menunjukkan “keuntungan”, lantas siapa sebenarnya yang mendapat keuntungan atas kesempatan kedua tersebut?, media atau oknum lainnya, karena kalau PKS, maka PKS menjawabnya dengan ketidakhadirannya.

ILC dihadiri oleh beberapa orang yang getol menyuarakan pembubaran PKS yakni ICW. ada juga johan budi yang dalam ILC sebelumnya sibuk meminum air dan beberapa kalangan yang sudah sangat jelas arah opnini yang akan dibangun mereka, hanya menjadi debat tak berarah jika PKS hadiri acara tersebut.

Karni dalam mukadimahnya mengatakan bahwa, pemimpin PKS mengintruksikan agar kadernya tidak menghadiri acara tersebut.

Menurut hemat penulis itu adalah hal yang sangat tepat dan cerdas.

Ketepatan dan kecerdasan tersebut ditunjukkan dengan memberi peluang, waktu dan kesempatan yang lebih luas kepada para pihak yang hanya bisa mengumbar opini dan juga yang tidak tersampaikannya misi yang mereka bangun.

Sayangnya masyarakat tidak melihat kearah tersebut, tapi lebih melihat bahwa, adakalahnya memang diam dan menunjukkan kearah yang lebih real adalah jauh lebih tepat seperti yang ditunjukkan sekarang ini,yakni PKS absen dalam acara ILC.

Sebenarnya pemberitaan dan apa yang sudah dipaparkan dalam persidangan bisa difahami bahwa PKS tidaklah berada dalam kasus tersebut secara partai.

Permintaan maaf oleh Fathonah sebenarnya itu bisa menjadi pembuka fakta awal, sayangnya banyak pihak yang tidak menerima jika jalan cerita yang sedang dimainkan berakhir demikian, sehingga diteruskanlah cerita seterusnya, walau terkesan “mekso”(maksa).

Kini dimainkanlah cerita-cerita lainnya…hampir semua pengurus pusat dibawa dijadikan saksi, biar kesannya “kena’” bangetlah PKS ini.

Seringkali dalam berbagai tulisan kita menemukan kalimat bertuliskan “melawan lupa”, sayangnya kita bukannya melawan lupa, tapi pura-pura lupa. kemana kasus hambalang dan lainnya yang tak perlu di tulis satu persatu tersebut? (melawan lupa). Padahal untuk kasus lainnya memanggil satu orang menjadi saksi saja susahnya amit-amit.

kebenaran itu bukan pada hadir di media atau bukan kok ……….

Cerdas dan Tepat Ketika PKS Absen dalam ILC :))

[Emy Hajar Abra/Kompasiana]

PKS dan Badai Konspirasi

Written By PKS PELALAWAN on Minggu, 19 Mei 2013 | Minggu, Mei 19, 2013



Mari sejenak kita berbalik (set back) ke belakang di saat PKS mulai ramai diberitakan media masa. Saat itu adalah saat ketika kita semua dikagetkan dengan penangkapan Ustadz LHI oleh KPK. Kita semua kaget dan kebanyakan bertanya-tanya tentang kebenaran fakta di balik alasan penangkapan tersebut.

Syahdan, kemudian orkestra pun segera mengganti lagunya yang bernada dramatis dengan pilihan lagu bernuansa heroisme. Ustadz Muh. Anis Matta segera mengambil alih kepemimpinan partai dengan sedikit membuat letupan dalam orasinya dengan menyebut ‘konspirasi’ di dalamnya. Ini tidak terlepas dari peralihan lagu dramatis ke lagu bernuansa heroisme tadi.

Intinya, ada konspirasi di balik penangkapan Ustadz LHI dan sepertinya inilah yang ada di balik pikiran hampir semua kader. Hemat penulis anggapan semacam ini tidak sedikit pun mengandung kesalahan kalau mengingat banyaknya kasus-kasus korupsi dan manipulasi yang dilupakan atau dengan kata lain dibiarkan mewangi semerbak memenuhi rongga penciuman kita. Tetapi tiba-tiba tanpa kabar dan peringatan, tanpa isu dan gosip katanya-katanya dan bahkan angin pun berdiam, Presiden PKS tertangkap tangan penyuapan.

Ah! Ini konspirasi. Ini konspirasi. Inilah yang ada di benak kita saat itu. Dan, begitulah konteks yang tepat jika kita ingin menggunakan pilihan kata ‘konspirasi’ dalam narasi kita. Namun, penulis ingin lebih menekankan lagi konteks yang bagus lagi manakala kita menggunakan kata ‘konspirasi’ dalam wacana dan narasi.

Kata konspirasi akan lebih baik penggunaannya kalau kita kompilasikan dengan situasi atau kalimat yang lebih menegaskan akan adanya kemungkinan sebuah konspirasi. Misalnya, Mahfudz Siddiq pernah menyinggung bahwa beliau mengetahui akan ada upaya memperkarakan si A dan si B sebelum lebaran tiba (mungkin beliau menggunakan teknologi 4D dan wi-fi dalam memindai informasi ini).

Lebih menguat lagi jika seseorang dengan kekuasaan yang sangat kuat di negeri ini misalnya melontarkan kata-kata, “Hati-hati jangan bermain-main dengan saya!”

Nah apa yang Antum pikirkan? Konspirasi. Konspirasi. Ada konspirasi di balik perkara Ustadz LHI dan upaya mengaitkannya dengan kader-kader PKS lainnya.

Konspirasi dan bahasa kita

Jangan malu atau sungkan menggunakan kata ‘konspirasi’ dalam diksi kita saat berwacana dan menyampaikan narasi. Sebab kata konspirasi ini sudah dimasukkan dalam tesaurus Bahasa Indonesia jadi kita bebas menggunakannya. Meskipun kata ini belum dimasukkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI] (2008).

Menurut tesaurus padanan kata konspirasi adalah intrik, kolusi, perkomplotan, persekongkolan, dan persekutuan. Intrik menurut KBBI adalah “kabar bohong yang sengaja disebarkan untuk menjatuhkan lawan.” Masih menurut KBBI, kolusi adalah “kerja sama secara tersembunyi untuk tujuan tidak terpuji,” sama artinya dengan persekongkolan. Perkomplotan artinya “persekutuan secara rahasia untuk kejahatan.”

Kata ‘konspirasi’ perlu kita sosialisasikan penggunaannya mengingat kata ini belum termasuk ke dalam KBBI (2008), meskipun sudah dimasukkan ke dalam tesaurus Bahasa Indonesia.
Selain itu kita perlu menyambut momentum yang tepat ini untuk menggunakan kata ‘konspirasi’ sebagai bagian dari kecanggihan berbahasa kita. Mengapa? Karena penulis khawatir masa-masa ini akan segera berakhir, ketika tidak ada lagi kata ‘konspirasi’ disebabkan kemunculan era teknologi nirkabel yang mampu memindai dan menerjemahkan apa yang ada dibalik pikiran seseorang yang akan melakukan konspirasi.

Di masa depan tidak akan ada lagi konspirasi karena semua orang akan mampu menyadap dan memindai semua informasi cukup dengan cara duduk bersebelahan, pastikan tersedia sambungan nirkabel (wi-fi), maka semua informasi yang ada di otak kita akan terpetakan secara jelas. Selamat datang era informasi keterbukaan tanpa konspirasi!

Maka, gunakan kecanggihan bahasa kita menggunakan kata konspirasi selagi bisa. Sebab di era keterbukaan kata konspirasi tidak akan disebut lagi. Kata ini akan segera digantikan kata lain yang lebih tepat dan sesuai dengan zamannya.

Penulis memang sedikit overdosis alias lebay dalam memaknai perlunya kita memasyarakatkan kata ‘konspirasi’ ini karena kekhawatiran akan kehilangan momentum kita menikmati canggihnya makna kata ‘konspirasi’ sebab ia akan menghilang ketika teknologi informasi telah mampu membaca rencana jahat dan persekongkolan seseorang atau suatu kelompok. Tidak ada lagi konspirasi sebab segalanya dapat diantisipasi dengan membaca semua hal yang telah terpetakan di dalam otak perencana konspirasi melalui teknologi digital wi-fi secara real time.

Kalau tidak yakin juga silakan tanyakan potensi ini mungkin terjadi di masa depan pada pakar tomografi, Warsito Purwo Taruno, Ph.D. Meskipun belum secanggih dalam bayangan penulis, akan ada teknologi yang mampu membaca informasi yang tersimpan dalam otak manusia, kabarnya Dr. Warsito sedang mengembangkan teknologi tomografi yang akan mampu membaca otak secara real time. Nah, langkah selanjutnya tinggal mengembangkan bagaimana membaca otak manusia secara nirkabel. Luar biasa! Dunia tanpa konspirasi di depan kita.

Sejarah konspirasi

Konspirasi menurut buku “Conspiracy Theories in American History: An Encyclopedia (hal. 15)” yang diedit oleh Peter Knight (2007) adalah ketika sekelompok kecil orang kuat (powerful) bergabung bersama-sama secara rahasia untuk merencanakan dan melaksanakan perbuatan ilegal dan tidak tepat, khususnya perbuatan yang mengganggu berlangsungnya peristiwa.
Menurut Knight, ada kemungkinan orang memandang konspirasi dengan cara yang berbeda-beda. Ada orang yang menganggap konspirasi adalah hal “yang mengganggu berlangsungnya peristiwa”, sementara orang lainnya lagi menganggap konspirasi sebagai tontonan anjing-makan-anjing (dog-eat-dog) dari manuver politik.

Knight menyebutnya konspirasi pula jika komplotan berniat untuk melakukan tindakan tertentu dan sangat menyadari konsekuensinya.

Knight (2007) menjelaskan bahwa dalam sejarah Amerika pernah berkembang pemikiran konspirasi sebagai sebuah pendekatan yang disebut sejarawan Richard Hofstadler dengan istilah “paranoid style in American politics”. Menurut Knight, pendekatan ini menjelaskan keberadaan retorika konspirasi sebagai suatu tanda dari sesuatu yang mirip dengan paranoia (kecurigaan) kolektif.

Paranoia kolektif ini tidak diartikan sebagai diagnosis klinis yang dimaksudkan sebagai delusi (waham), melainkan hanyalah penggunaan kategori paranoia psikologis sebagai cara untuk mengidentifikasi dan kemudian menjelaskan ciri-cirinya.

Teori yang menganggap konspirasi sebagai paranoia bercirikan adanya peningkatan kecurigaan, perasaan teraniaya, proyeksi yang mengerikan terhadap musuh yang menekan (merepresi) [fantasi yang diyakini], ketakutan apokaliptik bahwa seluruh jalan kehidupan berada dalam ancaman, dan secara paradoks merasakan kenyamanan dan kehebatan dalam posisi yang terpinggirkan (termarginalkan) dalam panggung politik [panggung sejarah], tetapi faktanya menjadi pusat perhatian meskipun menjadi obyek dari rencana jahat terhadap kelompoknya.

Konspirasi sebagai ‘anjing makan anjing’ (dog-eat-dog), menurut istlah Knight, dalam panggung politik di Indonesia mungkin lebih tepat disebut sebagai penyebab sehingga memunculkan akibatnya, yaitu yang disebut Knight sebagai konspirasi paranoia. PKS mungkin saat ini merasakan akibat semacam ini bahwa ada ancaman, ada marginalisasi namun secara paradoks merasa nyaman dalam situasi ini, dan sedang menjadi pusat perhatian publik. Sehingga PKS dan para kadernya, merasakan kewaspadaan yang luar biasa dalam menghadapi badai politik yang sedang menerpanya. Tapi benarkan cara berpikir seperti ini yang terjadi pada masa PKS?

‘Kepanikan moral’ dan ‘Pengkambinghitaman’

Peter Knight juga menjelaskan tentang konspirasi sebagai bagian besar dari pola pengkambinghitaman. Menurut pandangan konspirasi sebagai pengkambinghitaman, konspirasi adalah adanya korban dari kampanye besar kebencian yang dipopulerkan.
Teori konspirasi ‘pengkambinghitaman’ berbeda dengan wacana ‘paranoid style’. Mereka yang meyakini ‘paranoid style’ atau ‘gaya paranoid’ merasa tidak mampu membantu diri mereka sendiri dan merasa sebagai korban dari sebuah gaya pemikiran yang [berkabut], merasakan terlalu lama mengalah terhadap histeria massa yang epidemi.

Sedangkan dalam teori konspirasi ‘pengkambinghitaman’ mereka yang meyakini teori ini atau setidaknya pemimpin kelompok yang menularkan keyakinan ini menganggap konspirasi hanya sebagai penyebaran rumor yang tidak perlu diyakini kebenarannya.

Teori konspirasi ‘pengkambinghitaman’, menurut Peter Knight, dalam perkembangan lebih lanjut mengedepankan gagasan bahwa orang yang berada pada pusat kekuasaan (center of power) kemungkinan menciptakan (mempromosikan) suatu ledakan populer demonologi (demon= setan) demi kepentingan politik. Teori ini dikenal pula dengan istilah teori elitis ‘moral panics’ atau ‘kepanikan moral’ karena menunjukkan bahwa elit dengan sengaja menyulut kepanikan moral untuk melegitimasi tindakan represif yang sebenarnya tidak dapat diterima pihak lainnya.

Baik teori konspirasi ‘pengkambinghitaman’ maupun teori konspirasi ‘kepanikan moral’ sesungguhnya sama-sama memberikan keuntungan dari segi politik dan ekonomi (vested political and economic interests) dari upaya mempromosikan keyakinan konspirasi.
Sebelum orang mampu membaca pikiran lawan-lawan politiknya konspirasi adalah hal yang abstrak. Bisa jadi konspirasi adalah apa yang disebut Christine Feehan dalam bukunya “Conspiracy Game” sebagai The GhostWalker dalam ‘The GostWalker Creed’, Kredo GhostWalker sebagai berikut:

“[Kami adalah the GhostWalkers, kami hidup dalam bayangan. Laut, bumi, dan udara adalah domain kami. Tak ada prajurit yang jatuh tertinggal di belakang. Kami loyal dan terikat kehormatan. Kami tak terlihat musuh dan kami menghancurkan mereka di mana pun kami menemukan mereka. Kami meyakini keadilan dan kami melindungi negara kami dan mereka yang tidak dapat melindungi mereka sendiri. Kami bergerak tak terlihat, tak terdengar, dan tak diketahui. Kami adalah GhostWalker. Ada kehormatan di dalam bayangan dan itulah kami. Kami bergerak sangat sunyi di hutan atau pun gurun. Kami berjalan di antara musuh kami tak terlihat dan tak terdengar. Menyerang tanpa suara dan menghilang bersama angin sebelum musuh mengetahui keberadaan kami. Kami mengumpulkan informasi dan menanti dengan sangat sabar demi saat yang sempurna segera menghandirkan keadilan. Kami adalah kasih sayang dan kekejaman. Kami tak kenal lelah dan bertekad kuat. Kami adalah the GhostWalker dan malam adalah milik kami].”

Bayangkanlah konspirasi itu adalah sebuah bayangan, mereka tidak tampak kasat mata dan mereka ada di mana-mana, mereka ada di antara kita. Para konspirator bekerja dengan sangat loyal dan bekerja dengan kebanggaan yang penuh dan bagi mereka pekerjaannya itu adalah sebuah kehormatan. Mereka menyerang musuh-musuhnya tiba-tiba dan menghilang bersama angin. Mereka tekun dan sabar mengumpulkan semua informasi yang diperlukan. Mereka ramah dan penuh kasih sayang, tetapi juga bisa menjadi sangat kejam. Dan, satu hal yang sangat menarik adalah bahwa mereka tidak pernah tidur. Malam adalah waktu di mana mereka merencanakan dan melakukan aktivitasnya.

Konspirasi di sekitar kita

Tidak ada yang perlu kita khawatirkan dengan kehadiran konspirasi di antara kita dan di sekitar kita. Era informasi keterbukaan kita yakini sebagai sebab mengapa kita tidak perlu mencemaskan konspirasi. Meskipun konspirasi itu adalah bayangan dan tidak terlihat musuh, seperti kata Christine Feehan, namun era keterbukaan menyebabkan orang-orang menyadari kedok-kedok konspirasi itu.

Apa yang tidak mungkin diketahui di dunia ini. Bahkan teknologi yang tidak mungkin saja mampu diciptakan. Oleh karena itu pakar Fisika, Albert Einstein, menganggap justru dibalik sesuatu yang mustahil (absurd) akan muncul suatu harapan. “If at first an idea does not sound absurd, then there is no hope for it”.

Bahkan, pakar Fisika lainnya Michio Kaku menegaskan di masa depan kita akan mampu membaca pikiran orang lain dan memindahkan benda-benda dengan kekuatan pikiran kita. Artinya, di masa depan tidak ada tempat lagi bagi bersarangnya konspirasi di muka bumi ini. Semua akan dengan mudah kita baca dan kita lakukan perlawanan jika ada seseorang atau sekelompok orang berencana melakukan makar jahat kepada orang atau pihak lain.

Konspirasi dan dakwah

Dan, bagi kader dakwahlah tertuju kata-kata terakhir yang disebutkan Christine Feehan. Malam waktu di mana kita mengatur siasat dan menyiapkan segala sesuatunya. Malam adalah waktu kita menyiapkan ruhiyah kita dengan bermunajat kepada yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Malam adalah konspirasi kita dengan Ilahi Rabb, Pemilik semesta alam.
Hendaklah kita suburkan pikiran dan karsa kita bahwa konspirasi adalah pil pahit perjuangan, namun ia menyehatkan tubuh seluruhnya. Bahkan sepanjang sejarah kenabian pun mereka selalu menghadapi konspirasi, tapi ternyata itulah cara Allah menapis dan membedakan orang-orang bertaqwa dari orang-orang yang munafik.

Kita meyakini kemenangan akan segera tiba dan badai pasti berlalu. Meskipun kini kita bertanya-tanya sampai kapankah badai ini berlangsung. Mari kita renungkan pesan Ustadz Hilmi Aminuddin, “Kalau langkah-langkah kita sesuai dengan irsyadat (bimbingan) dan taujihat (arahan-arahan) rabbaniyyah wan nabawiyah (Rabb dan Nabi), kita akan dimenangkan oleh Allah SWT. Insya Allah”.

Tainan City, Taiwan, 19 Mei 2013

Ingin Bubarkan PKS, Ternyata ICW Terima Dana Dari Yahudi



Sangat disayangkan, salah satu dari sekian penerima dana dari lembaga asing yang didirikan oleh seorang Yahudi, Michael Bloomberg, adalah Indonesian Corruption Watch (ICW).

Sebagaimana dirilis oleh kantor berita Antara, diantara  delapan LSM di Indonesia yang menerima dana dari Bloomberg Initiative, satu diantaranya adalah ICW dengan penerimaan sebesar 45,470 ribu dolar AS.

Anggota Komisi IX DPR RI, Poempida Hidayatullah, mempertanyakan dana asing yang diterima Indonesian Corruption Watch (ICW) tersebut.

"Apakah ICW yakin dana asing itu dana bersih? Bukan hasil dari pencucian uang? Bagaimana ICW punya mekanisme mengecek bahwa dana asing itu mempunyai legitimasi," kata Poempida ketika dihubungi wartawan.

ICW Akui Terima Uang
Koordinator ICW, Danang Widoyoko, mengakui bahwa lembaga yang dipimpinnya mendapat suntikan dana dari Bloomberg Initiative, lembaga yang diinisiasi Wali Kota New York, Michael Bloomberg itu.

Ia beralasan, penerimaan dana sebesar 45,4470 dolar AS, atau setara Rp.409.230.000 itu adalah demi menyukseskan kampanye anti rokok pada anak-anak.

Meski demikian, keputusan ICW menerima bantuan asing, terlebih yang dipelopori seorang Yahudi patut disayangkan. Sebab hal tersebut dapat mempengaruhi kebijakan. Padahal ICW sendiri adalah LSM yang bergerak dalam pencegahan korupsi yang seharusnya dapat bersikap independen tanpa intervensi dari pihak manapun.

Namun, sebagaimana diungkapkan oleh Poempida, dampak penerimaan dana tersebut sudah banyak digunakan untuk mempengaruhi kebijakan.

"Pendana asing pun harus patuh pada aturan bahwa tidak boleh melakukan intervensi kebijakan, nah ini kan dampaknya sudah banyak digunakan untuk mempengaruhi kebijakan. Agenda asing seperti ini sungguh sangat berbahaya untuk Kedaulatan NKRI," ujar Poempida.

Cak Nun : KONSPIRASI SEMESTA



Anis Matta Presiden baru PKS menolong bangsa Indonesia dengan menyatakan bahwa ada konspirasi global yang mengancam nasib seluruh bangsa Indonesia, menghalangi kebangkitannya dan merancang secara sistematis kehancurannya. Sebagai seorang warganegara NKRI saya mengucapkan terima kasih yang mendalam atas petunjuk beliau, terutama karena yang menjadi fokus keprihatinan saya adalah nasib anak cucu saya dan kita semua.

Sebab konspirasi global pasti urusannya bukan satu dua tahun, satu dua dekade atau era, melainkan minimal satu dua abad, mungkin malah sudah berlangsung dua millenium lebih sedikit. Dan anak-anak saya kalau sudah dewasa akan ditimpa puncak sukses rekayasa global itu untuk menjadi budak dari suatu pemerintahan global yang melakukan kontrol absolut memasang micro-chip di jidat mereka.

Sesungguhnya sangat indah dan patriotik andaikan wacana tentang Konspirasi Global itu menjadi salah satu alasan mendasar berdirinya PKS dulu. Kenapa sih mas Anis kok baru omong sekarang. Kenapa menunggu Pak Luthfi dijaring KPK. Kenapa setelah PKS dikepung badai baru mas Anis membukakan pengetahuan tentang Konspirasi Semesta Raya itu.

Padahal kan yang menjadi korban seluruh bangsa Indonesia sampai para generasi penerus kita kelak. Apa tega saya menyimpulkan bahwa PKS hanya memikirkan dirinya sendiri saja, sehingga setelah beliau-beliau sendiri terkena “sabet” konspirasi, baru muncul kepentingan untuk melawannya. Kan Konspirasi Global itu musuh kita bersama.

Sebelum ini banyak terdakwa yang membuat pernyataan yang sama tentang konspirasi “besar”. Ada terdakwa video porno, pelecehan seks dll yang juga bilang sedang mengalami “character assassination” oleh suatu konspirasi besar. Ketika muncul isyu di kalangan masyarakat tertentu bahwa saya punya tiga istri, seorang teman juga memberitahukan bahwa ada konspirasi global yang sedang memproses penghancuran citra saya. Untunglah saya tidak punya citra, sehingga penghancuran itu tidak ada sasarannya. Bahkan saya berterima kasih kepada para penyebar rumor itu, sebab langsung fungsional menjadi pengontrol atas diri saya agar tetap bertahan dengan satu istri saja.

Mas Johan Budi jubir KPK aneh juga pernyataannya: “KPK jangan dikait-kaitkan dengan politik”. Pasti yang beliau pakai adalah bahasa publik yang kontekstual dan konotatif. Sebab denotasinya KPK itu lahir dari keputusan politik, dan seluruh pekerjaannya juga sangat bersubstansi politik. Makna dan tujuan seluruh penyelenggaraan­ politik nasional kenegaraan adalah untuk mengamankan hak-hak seluruh rakyat, harta bendanya, martabat dan nyawanya, dari setiap kemungkinan pencurian, pelecehan dan penghancuran. KPK adalah salah satu ujung tombak kuratif dari proses pengamanan nasional atas hak-hak rakyat itu.

Saya punya saran yang mungkin “kelabu” secara moral, “hitam” secara hukum Indonesia, tapi “putih” secara akal sehat manusia. Di luar kedudukan masing-masing di PKS dan KPK, mas Johan mengajak mas Anis taruhan saja untuk membuktikan salah tidaknya mantan Presiden PKS. Dengan pengawasan berdua atas kebersihan proses peradilannya, kalau beliau divonis bersalah: mas Anis mencabut pernyataan tentang konspirasi. Kalau beliau bebas, mas Johan datang ke rumah mas Anis untuk minta maaf secara pribadi sambil membawa kue-kue, bebuahan dan souvenir.

“Taruhan” ini saya sarankan karena dalam “ushulul-fiqh” atau filsafat hukum Islam ada asas bahwa kemudharatan kecil boleh dilakukan dalam rangka menghindarkan kemudharatan besar. Kalau jutaan kader PKS dan rakyat Indonesia dibiarkan bingung oleh soal konspirasi besar yang mas Anis “sengaja tidak mau menyebutnya”, bisa menjadi mudharat besar. Jadi kayaknya bolehlah beliau berdua taruhan saja, kalaupun berdosa ya insyaallah bobot dosanya lebih kecil dibanding kadar manfaat yang dihasilkannya.

Umpamanya ada orang yang bertanya, “Sudahlah, nggak usah ngobrol soal konspirasi, nyatakan saja: mencuri atau tidak?”, rasanya “kurang elite” atau “nggak level” untuk terseret menjawabnya. Termasuk kalau ada yang menjelaskan: kalau KPK memastikan seseorang menjadi terdakwa, itu berbeda dengan apabila dakwaan itu berasal dari Kejaksaan. KPK tidak punya wewenang untuk menerbitkan SP3, sehingga tingkat soliditas yuridisnya sangat tinggi untuk menterdakwakan seseorang.

Oleh karena itu kalau memang saran untuk taruhan ini “syubhat” atau bahkan “haram”, opsi saya berikutnya adalah mas Anis sebagai Presiden PKS bikin konferensi pers lagi, membawa Al-Quran, kemudian bersumpah di bawah Kitab Suci kepada Allah swt dan seluruh bangsa Indonesia bahwa beliau Pak Luthfi Hasan tidak melakukan korupsi.

Lebih afdhal jika acara sumpah itu diawali dan diakhiri dengan pembacaan statemen Tuhan: “Apakah kalian mengira bahwa Aku menciptakan kalian semua itu untuk main-main? Dan apakah kalian menyangka bahwa hidup dan segala urusan kalian ini akan bisa menghindar untuk kembali kepada-Ku?”

Kalau saran kedua itu kurang produktif juga secara KPK, PKS atau ke-Indonesia-an­, opsi berikutnya adalah mengambil kejadian ini sebagai momentum heroisme nasional mas Anis Matta dan PKS. Tentu saja karakter PKS jauh dari kecenderungan riya’ dan takabbur untuk mempahlawan-pah­lawankan dirinya. Tetapi maksud saya adalah bahwa ini momentum sangat bagus bagi PKS untuk menolong seluruh bangsa Indonesia dan mengamankan masa depan kita semua.

PKS tidak melihat kasus mantan Presidennya bukan sekedar kasus korupsi dan urusan hukum. Melainkan jauh lebih besar dari itu. KPK hanyalah urusan sejengkal waktu. PKS melakukan kebangkitan besar untuk urusan yang juga sangat besar. PKS menjadi “KPK” untuk menterdakwakan pelaku-pelaku Konspirasi Global demi nasionalisme dan kemerdekaan ummat manusia di seluruh muka bumi. Mas Anis Matta memimpin suatu pergerakan nasional dan dunia, menjadikan momentum ini sebagai trigger sejarah: membuka cakrawala peradilan sejarah dunia, menguakkan rahasia tipudaya sejarah yang berlangsung sejak Nabi Isa lahir yang berhasil memfitnah beliau dan merekayasa hingga ke kayu salib — terlepas dari versi kontra versi tentang fakta penyaliban itu.

Tahap berikut tipudaya itu yang dirundingkan 37 tahun sesudah penyaliban, yang buah-buah keberhasilannya­ tidak saya sebutkan di tulisan ini. Kemudian pembaharuan strategi dan modifikasi aplikasinya sesudah Renaissance, pengkayaan-peng­kayaan sesuai dengan tonggak-tonggak­ perubahan sejarah, abad 17, 18, 19. 20, hingga hari ini, yang berlangsung sangat panjang dan detail, melalui pasal-pasal Takkim, Shadda, Parokim, Libarim, Babill, Onan, Protokol, Gorgah, Plotisme, Qornun, menelusup ke dunia pendidikan, media massa, ruang-ruang sidang parlemen, lembar-lembar informasi jenis apapun saja, bahkan menggerogoti berita-berita firman Tuhan.

Indonesia yang kaya raya adalah “janda muda” yang cantik jelita bahenol sexy yang semua “jawara” dunia tergiur ingin menguasainya, dengan metoda penaklukan dan penjajahan yang terus diperbaharui. PKS berkesempatan menjelaskan kepada rakyat Indonesia bahwa zaman VOC bukanlah satu-satunya era penjajahan yang kita alami. Dari yang transparan eksplisit penjajahan teritorial hingga yang implisit kultural, intelektual, spiritual, institusional, sistemik-strukt­ural, taktis-strategi­s, serta semua yang samar-samar lainnya yang tak mungkin tampak di mata awam.

Dan karena ghirrah menentang penjajahan itulah maka PKS lahir. Statemen Allah swt bisa dikutip oleh PKS yang memang masyhur dekat dengan-Nya: “Apa yang tidak kalian sukai ini bisa jadi membawa kebaikan bagi kalian, dan apa yang kalian sukai malahan bisa membawa keburukan bagi kalian”. PKS bisa menguraikan ilmu dan pengetahuan kepada rakyat Indonesia untuk melakukan reidentifikasi nilai-nilai. Apa yang mereka junjung selama ini, mungkin justru yang seharusnya mereka tinggalkan. Apa-apa dan siapa-siapa yang mereka idolakan, mereka berhalakan, mereka “tuhan”kan, mungkin saja sebenarnya harus mereka hindarkan. Sebaliknya, yang selama ini mereka remehkan, buang dan singkirkan: itu sesungguhnya yang menyimpan kemashlahatan dan harapan.

Akan tetapi kalau itu semua terlalu ruwet dan merepotkan waktu mas Anis yang sangat sibuk siang malam di banyak tempat, mungkin cukup lakukan satu hal saja: kumpulkan kader-kader PKS di berbagai tempat seluruh Nusantara, misalnya bikin Muhasabah wa Mubahalah di hadapan Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw, yakinkan mereka dengan sumpah bahwa mantan Presiden mereka bukan maling.

Muslim NTT Butuh Perjalanan Sehari Semalam Untuk Membeli Al-Quran




Pernahkah Anda membayangkan sulitnya warga desa terpencil di NTT untuk mendapatkan satu mushaf Al-Quran?

Di desa-desa terpencil minoritas Muslim Nusa Tenggara Timur dan desa Kabupaten Selayar Sulawesi Tenggara yang berbatasan dengan NTT tidak akan ditemukan satu toko pun yang menjual Al-Quran.

Maka, bila warga ingin membeli Al-Quran harus melakukan perjalanan  laut dan darat ke ibukota kabupaten atau propinsi yang menempuh waktu sehari semalam, tentu harus membelinya dengan harga yang lebih mahal daripada di kota Jakarta.

Oleh karena itu melalui project Al-Qur’an Road Trip NTT, Badan Wakaf Al-Quran menghimpun wakaf dari kaum Muslim. Maka terkumpullah sekitar 2.500 mushaf Al-Quran.

Al-Quran wakaf ini dibawa ke NTT dengan menumpang Kapal Dakwah Nelayan NTT yang berlayar perdana ke NTT setelah menjalani proses renovasi di Tanjung Burung dan Karang Antu Banten.

Setelah menempuh perjalanan sepuluh hari dari Jakarta, kapal dakwah yang memuat ribuan Al-Quran wakaf itu akhirnya merapat di Pelabuhan Sagu, Adonara, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (4/5).

Pengiriman Al-Quran yang didistribusikan selama dua pekan pada 16-31 Mei oleh tim Al Qur’an Road Trip dan partner lapang BWA.

Al-Quran disebarkan ke lima puluh desa terpencil di lima kabupaten yakni Flores Timur, Lembata, Alor, Timor Tengah Selatan dan  Sika serta dua desa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Tenggara yang berbatasan dengan NTT. “Jadi rasio nya per desa mendapatkan 50 Al-Quran,” ujar Ustadz Ariefuddin Anwar, partner lapang BWA di NTT.

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Ikhwanul Mukminin, Adonara, tersebut pembagian wakaf Alquran ini dilakukan untuk memicu budaya membaca kitab suci umat Islam itu di desa-desa terpencil.

“Daerah-daerah yang kita jangkau itu pada umumnya, akses ke pasar sangat sulit. Ke pasar nya saja sangat susah, apalagi beli Al-Quran,” tegas nazir wakaf kapal dakwah tersebut.
Warga Selayar misalnya, untuk sampai pada pasar kabupaten saja, mereka harus menempuh perjalanan 30 jam dengan menggunakan perjalanan laut dan darat. Dari desa ke kabupaten nya 15 jam, dari kabupaten ke pasar nya juga sekitar 15 jam.

“Dengan adanya distribusi Al-Quran wakaf ini memudahkan masyarakat membaca Al-Quran. Sehingga lebih mudah belajar,” harapnya. (hr/rol)da

Paham ashobiyah PKS?



Sampai dengan saat ini masih bingung medefenisikan PKS dengan ashobiyahnya.

Bagi sebagian yg tak paham berorganisasi atau berjamaah maka akan mudah saja baginya menuduh dan memfitnah.

Kita di cekoki dengan kata2 ashobiyah sehingga terkadang kita melupakan husnudzon adalah hal yang di utamakan dalam berorganisasi apalagi orang tersebut adalah guru atau murabbi.

Wajar saja jika sampai dengan saat ini ummat islam tak bisa bersatu walapun berbeda dalam pergerakannya. Dengan saling hina dan mencela. Mungkin ini pulalah yg sebabkan para sahabat yang dijamin masuk surga tapi kemudian justru menghela nafas terakhir di tangan ummat muslim sendiri.

Jikalaulah PKS memang ashobiyah maka tak akan mungkin ada yang dikeluarkan dr organisasi jika terbukti bersalah hanya saja PKS begitu rapat dalam menutup aib angota2nya.

Yang di bela PKS hari ini adalah orang2 yang belum jelas kesalahannya apa tentunya husnudzon tetaplah yang menjadi utama. Ini bukan ashobiyah dan haus dipahami.

Bagaimana mungkin orang yang tak paham dapur orang lain dan hanya mendengar dr media sekuler dan liberal lalu mencela katakan kader2 PKS ashobiyah.

Tentunya siapa yang lebih buruk?

KADER PKS ITU MEMANG ANEH

Written By PKS PELALAWAN on Sabtu, 18 Mei 2013 | Sabtu, Mei 18, 2013



Ditulis oleh orang aneh yang melihat keanehan-keanehan para kader PKS.
Orang aneh yang dahulu anti pati dengan gerakan ini, tapi secara aneh juga belakangan ini malah bergabung dengan barisan dakwah ini, berkumpul bersama orang-orang aneh dengan cara yang aneh.

Beberapa keanehan tersebut
  1. Aneh, secara baru bertemu sekali, perlakuan, keramahannya, kehangatannya kaya sudah kenal sejak lama.
  2. Aneh, sudah tahu kalau saya tidak suka ( tepatnya belum faham ) dengan gerakan ini, lah kok mereka rajin banget ngajak ikut kajian lah, kegiatan social lah. Tapi lebih aneh lagi, gak ada tuh yang ngajakin atau ngomporin buat masuk gerbong dakwah ini.
  3. Aneh, kader PKS itu dari semua golongan ada, petani, tukang somay, sopir, guru, pegawai kantor, birokrat, teknokrat, lulusan SD sampai professor. Jadi dimana-mana ada kader PKS. Tidak ada kasta disana, komitmen prima, walau “Cuma“ lulus SD bisa tuh jadi mentor halaqoh para sarjana. #aneh.
  4. Aneh, kader-kader yang masih berstatus mahasiswa menyebar di seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, dalam negeri maupun luar negeri. Dan aneh, ada beasiswa buat kader PKS buat kuliah di luar negeri, kaya sudan, mesir dll. Dan lagi-lagi aneh, gak kehitung lagi yang belajar di eropa, amerika, Australia, jepang etc. dan insya Allah bila saatnya tiba, mereka siap kembali untuk membangun Indonesia ini. *kalimatnya aneh ya?
  5. Aneh, sebuah partai ngadain pengajian buat kadernya tiap pekan. Yang lain? gak janji.
  6. Aneh, kadernya diharuskan hafal al-qur’an (ada aturan minimal), aneh, kader partai kok suruh perbaikan bacaan al-qur’an ? *emang aneh.
  7. Aneh, amalan-amalan hariannya tiap satu pekan sekali diperiksa oleh mentor (murobbi ) jadi dicatat tuh, hari ini sholatnya, tilawahnya, infaqnya dan seterusnya gimana. Aneh, bukan untuk riya’, tapi untuk menyengat teman-teman satu lingkarannya tuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan. Aneh?
  8. Aneh, disaat kebanyakan pemuda menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, happy fun, nikmati masa muda (kata mereka) kader muda partai ini malah berlelah-lelah nyebar proposal buat dauroh, seminar, kapan mainnya ? dasar aneh.
  9. Aneh, disaat ribuan pemuda-pemudi dengan alasan yang beraneka rupa merekayasa menghalalkan malam minggu berdua dengan gebetannya, Sedangkan dirimu? malah mabit, mengkaji ilmu-ilmu agama, bangun malam-malam buat jama’ah sholat tahajjud, gak tanggung-tanggung, 1 juz bahkan lebih, Aneh, gak pegel ?. sambil memantapkan hati tanpa kompromi berteriak JOMBLO SAMPEK HALAL !! cayyo !
  10. Aneh, disaat jilbab menjadi trend dikalangan pemudi, penuh kreasi yang dililit-lilit, di bentuk-bentuk, penuh aksesoris bergelantungan, kader cewek partai ini ? ya, Cuma gitu aja, lebar, minim aksesoris, tebel, berkibar, anehnya mereka bilang : “ MERDEKA !”
  11. Aneh, demo kok ngajak-ngajak bayi?, beberapa kali terlibat aksi bersama mereka, yang paling berkesan aksi untuk rohingya dan suriah di Bundaran HI, puasa-puasa, rela banget bergerah-gerah disana, teriak-teriak sampe serak, padahal saat enak-enaknya nunggu berbuka. Yang kedua saat aksi untuk palestina, hujan tak menghalangi mereka, tak ada yang mundur.
  12. Aneh, saat banjir tempo hari kemarin, yang dicari, mana PKS ? mana PKS ?
  13. Aneh, kader kagak boleh nyalonin diri jadi pejabat publik, tapi kalau sudah ditunjuk, kagak boleh mundur, apa-apaan ini ? aneh.
  14. Aneh. Kader yang menjadi pejabat publik wajib infaq bulanan sekian persen dari gaji. Anehnya, setelah dipotong tersebut, udah menunggu dirumah proposal-proposal kegiatan yang tak lain tak bukan, juga minta duit, aneh.
  15. Aneh, jika ada yang menyinggung kader ini kok kaya, terkesan bermewah-mewah bla,bla,bla, kader lain dengan tulus berkata : “ berarti infaqnya lebih banyak. “ yang lain menyahut : “ ngurusin harta orang = hasad. “ yang lain “mau kaya, ya emang rejekinya, asal dari barang halal, why not ? iri yaaaaa? Makanya kerja. “ aneh.
  16. Aneh, setelah ditimpa kabar miring tempo hari, bahkan sampai sekarang deng, bukannya makin  barisan orang-orang aneh ini kian longgar tapi kok makin solid, yang kemarin benci malah gabung, yang kemarin keluar, justru balik lagi, ada apa ini ? makin aneh.
  17. Dan puluhan keanehan lain, silahkan tambahkan sendiri !
Tak apalah kita dibilang aneh, kita yakin di mata-Nya kita tidak aneh.
Jika kerusakan adalah hal biasa, semoga keanehan kita adalah sebaliknya.
Salam 3 besar !!!
Salam cinta buat yang belum mencintai kami,
Salam cinta buat kawan-kawan seperjuangan…..
Uhibbukum lillah…..

Bukan keanehan jika besok harapan-harapan itu akan terwujud.
*sepenggal firdaus

Kepada pembaca orang aneh ini minta ma’af.
Dan kepada Allah minta ampun.
Syukron.
 
Copyright © 2013. PKS PELALAWAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger